Apa
sih waralaba itu? bisnis
waralaba atau franchise adalah kerjasama bisnis
antara pemilik usaha dengan pelaku usaha dengan membagi hasil usaha berdasar
perjanjian yang mereka sepakati. Istilah lain dari waralaba adalah
franchise. Franchise adalah nama internasional untuk bisnis
waralaba. Secara istilah wara artinya lebih, sedangkan laba artinya untung.
Jadi pengertiannya mengacu pada keuntungan yang lebih.
Setelah kita mengetahui pengertian waralaba,
sekarang kita bahas contoh bisnis waralaba. Jika bisnis
waralaba adalah bisnis yang menarik minat anda, ada berbagai contoh bisnis
waralaba yang telah terbukti sukses di Indonesia yang wajib anda ketahui.
Bisnis-bisnis waralaba yang sukses di Indonesia meliputi bisnis-bisnis yang
juga sukses di berbagai belahan dunia lain seperti, KFC, misalnya. Bisnis
waralaba lain yang sukses di Indonesia yaitu McDonalds. Namun, selain
bisnis-bisnis waralaba yang sukses tidak hanya di Indonesia tetapi juga di
berbagai belahan dunia lain tersebut, ada juga bisnis-bisnis waralaba dari
Indonesia yang sukses di negeri sendiri. Salah satunya yaitu J.CO Donuts & Coffee,
bisnis yang menawarkan produk berupa donat. Bisnis tersebut sukses di
berbagai kota besar di Indonesia dan bisa ditemui di mall dan di beberapa
bandara.
Bisnis Waralaba J.CO Donuts & Coffee
J.CO Donuts & Coffee merupakan salah satu contoh usaha
waralaba yang termasuk dalam klasifikasi “Nama Waralaba
Perusahaan”. Sukses dengan Bread Talk, kemudian pada tahun 2005 Johnny Andrean masuk ke bisnis donat
dan kopi dengan mengibarkan J.CO Donuts & Coffee. Ide untuk
mendirikan J.CO Donuts & Coffee berawal dari kebiasaan Johnny yang sering
melakukan perjalanan bisnis ke Amerika Serikat. Kala itu Johnny gemar mencicipi
berbagai donat khas Amerika. Dari kegemarannya tersebut, Johnny mulai
terinspirasi untuk memulai bisnis donat khas Amerika.
Dari ide bisnis donat
tersebut, awalnya Johnny berniat untuk menjalin kerjasama dengan waralaba donat
asli Amerika. Namun ternyata harapan tersebut tak jadi diwujudkan karena adanya
keterbatasan seputar varian produk dan proses pemantauan kualitas. Akhirnya Johnny
Andrean memutuskan untuk memulai bisnis donatnya secara independen.
Konsep J.CO Donuts & Coffee
Proses pengembangan ide dan inovasi
J.CO Donuts & Coffee berlangsung dalam waktu yang lama, kurang lebih
sekitar 3 tahun sebelum gerai pertamanya dibuka. Dalam kurun waktu 3 tahun
tersebut, Johnny berusaha melakukan riset, survey pasar dan sampling mengenai
produk donat seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia. J.CO Donuts
& Coffee juga menggunakan logo berbentuk burung merak dengan warna coklat
dan orange yang dominan sebagai simbol dari keindahan, kelembutan, keabadian
dan segala maksud-maksud baik demi pencapaian tujuan bisnis yang bisa
berkembang di masa depan.
Kala mengumpulkan riset mengenai gerai donat
modern, Johnny juga menemukan fakta bahwa belum ada 1 pun gerai donat di
Indonesia yang memiliki konsep open kitchen. Hal ini membuat Johnny ingin
mengusung konsep open kitchen agar para pelanggan dapat menyaksikan langsung
proses pembuatan donat yang higienis, menggunakan bahan-bahan berkualitas dan
mengagumkan.
Seluruh mesin-mesin pembuat donat diimpor
dari mancanegara, dan begitu pula dengan lebih dari 50% bahan baku donat.
Johnny memilih untuk mengimpor bahan baku tersebut dari negara-negara penghasil
komoditi terbaik demi menjaga kualitas bisnis donatnya. Misalnya saja coklat
yang diimpor langsung dari Belgia dan susu yang diimpor dari Selandia Baru.
Sementara untuk urusan bubuk kopi juga diimpor dari Costa Rica sebagai salah
satu penghasil kopi terbaik di dunia.
Gerai J.CO Donuts & Coffee Pertama Kali
Setelah melalui serangkaian proses panjang
untuk mematangkan konsep bisnisnya, akhirnya pada 26 Juni 2005 gerai J.CO Donuts & Coffee yang pertama resmi di buka di kawasan Supermal Karawaci,
Tangerang. Ternyata konsep bisnis gerai donat modern ini mampu menarik
perhatian dan minat masyarakat. Outlet J.CO Donuts & Coffee selalu dipadati
oleh pengunjung yang penasaran atau ketagihan mencicipi kelezatan donat kelas
premium.
Keberhasilan J.CO Donuts & Coffee kemudian
mengiringi pembukaan gerai-gerai J.CO Donuts & Coffee di daerah lainnya. Pada
tahun 2007, J.CO Donuts & Coffee bahkan sudah mengupayakan go internasional
dengan beberapa negara tujuan seperti Singapura, Australia dan Hongkong. Kini
kesuksesan J.CO Donuts & Coffee sebagai salah satu perusahaan kuliner asli
Indonesia sudah banyak menginspirasi munculnya beragam gerai donat modern
lainnya.
Produk J.CO Donuts & Coffee
Analisis Pemasaran:
1.
Segmentasi
Pasar
Segmentasi pasar dilakukan dengan
mengelompokkan konsumen berdasarkan karakteristik selera, gaya hidup, perilaku,
usia dan lain-lain. Berikut segmentasi pasar J.CO Donuts & Coffee:
a.
Segmentasi
Geografis
Wilayah pemasaran J.CO Donuts & Coffee
saat ini tak hanya di Indonesia, akan tetapi juga meluas ke negara lain seperti
Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia. Ke depannya J.CO Donuts &
Coffee akan go international untuk memperluas pasar. J.CO Donuts & Coffee
cenderung menyasar wilayah urban.
b.
Segmentasi
Demografis
Usia : anak-anak(5 tahun), remaja(anak muda),
dewasa
Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan
c.
Segmentasi
Psikografis
Segmentasi ini didasarkan pada penggolongan
kelas sosial, gaya hidup, atau ciri kepribadian lainnya. J.CO Donuts &
Coffee menyasar kelas sosial menengah hingga menengah ke atas dengan gaya hidup
modern, menggemari aktivitas sosial serupa hang out di kafe, menggemari makanan
dan minuman dengan brand premium, serta penyuka makanan yang manis, higenis,
dan praktis.
2.
Target
Target utama J.CO Donuts & Coffee adalah
kaum muda dan keluarga yang usia anggota keluarga kurang dari 45 tahun. Ini
bisa kita lihat dari desain konter J.CO dan kemasan produknya yang berwarna
cerah tapi tidak norak dan sesuai dengan kalangan konsumen menengah - atas.
3.
Positioning
Sebagai bisnis waralaba yang populer di
indonesia sudah pasti J.CO Donuts & Coffee memiliki pesaing. Membicarakan
usaha J.CO Donuts & Coffee, usaha waralaba Dunkin Donuts tak akan
terlewatkan. Sekitar 1990 an ada ritel asal Amerika Serikat bernama Dunkin
Donuts yang memperkenalkan kue donut dengan bentuk lebih ekslusif di Indonesia.
Saat itu kue yang umumnya berbentuk bulat tersebut lebih banyak dijual di mall. Dunkin Donuts ini
mencakup worldwide untuk
jangkauan pasar dan hingga kini masih tegak berdiri dengan beberapa jenis
produk yang ditawarkan: donat, brownies, croissant, muffins,
kopi, cokelat, dan lain-lain.
Seiring dengan banyaknya gerai yang buka,
pecinta kuliner berbentuk bulat dan memiliki rasa manis itu beralih dari Dunkin
Donuts ke J.Co Donut & Coffee. Bahkan para penggemar kue donat melakukan poling
soal rasa di forum Kaskus.
Dari hasil tersebut diperoleh 19 persen
konsumen memilih Dunkin Donuts, kemudian 58 persen memilih J.Co dan 22 persen lainnya
mengaku suka dua-duanya. Banyak komentar berdatangan dari para netizen, ada
yang menyebutkan J.Co lebih enak, namun ada juga menyebut J.Co terlalu manis
dan lebih memilih Dunkin Donuts.
Dari sisi usia jelas Dunkin Donuts lebih
banyak memiliki jam terbang dibandingkan J.CO Donuts & Coffee yang baru
berdiri pada tahun 2005. Akan tetapi Dunkin Donuts bukanlah kompetitor J.CO
Donuts & Coffee. Hal ini dikarenakan konsep Dunkin Donuts yang lebih
mengarah pada mainstream donuts, setara dengan Country Style Donuts.
J.Co memberikan suasana open kitchen, hal ini
juga termasuk salah satu keunggulan J.CO dibandingkan Dunkin Donuts. Open
kitchen ini bertujuan agar konsumen bisa melihat proses pembuatan produk secara
langsung serta meyakinkan konsumen akan
produk yang dijual itu higenis. Selain itu, citarasa J.CO yang khas yaitu
tekstur yang lembut dan porsi yang tidak terlalu besar sangat cocok sebagai
camilan baik sesudah makan maupun sebelum makan. Toppingnya sangat bervariasi,
strateginya bagus banyak varian yang ditawarkan maka keinginan konsumen yang
bermacam-macam dapat terakomodir.
Untuk menjamin kualitas produknya J.CO
langsung mendatangkan bahan baku yang premium dari beberapa negara, diantaranya
coklat diimpor langsung dari Belgia, susu dari Selandia Baru, bubuk kopi dari
Italia dan Costa Rica dan biji kopi Arabica dari Brazil, Colombia, Costa Rica,
Guatemala dan Indonesia.
SUMBER :





