Sabtu, 22 Oktober 2016

Tugas2_Pengantar Bisnis_Waralaba


          Apa sih waralaba itu? bisnis waralaba atau franchise adalah kerjasama bisnis antara pemilik usaha dengan pelaku usaha dengan membagi hasil usaha berdasar perjanjian yang mereka sepakati. Istilah lain dari waralaba adalah franchise. Franchise adalah nama internasional untuk bisnis waralaba. Secara istilah wara artinya lebih, sedangkan laba artinya untung. Jadi pengertiannya mengacu pada keuntungan yang lebih.

Setelah kita mengetahui pengertian waralaba, sekarang kita bahas contoh bisnis waralaba. Jika bisnis waralaba adalah bisnis yang menarik minat anda, ada berbagai contoh bisnis waralaba yang telah terbukti sukses di Indonesia yang wajib anda ketahui. Bisnis-bisnis waralaba yang sukses di Indonesia meliputi bisnis-bisnis yang juga sukses di berbagai belahan dunia lain seperti, KFC, misalnya. Bisnis waralaba lain yang sukses di Indonesia yaitu McDonalds. Namun, selain bisnis-bisnis waralaba yang sukses tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia lain tersebut, ada juga bisnis-bisnis waralaba dari Indonesia yang sukses di negeri sendiri. Salah satunya yaitu J.CO Donuts & Coffee, bisnis yang menawarkan produk berupa donat. Bisnis tersebut sukses di berbagai kota besar di Indonesia dan bisa ditemui di mall dan di beberapa bandara. 

Bisnis Waralaba J.CO Donuts & Coffee



J.CO Donuts &  Coffee merupakan salah satu contoh usaha waralaba yang termasuk dalam klasifikasiNama Waralaba Perusahaan”. Sukses dengan Bread Talk, kemudian pada tahun 2005 Johnny Andrean masuk ke bisnis donat dan kopi dengan mengibarkan J.CO Donuts & Coffee. Ide untuk mendirikan  J.CO Donuts & Coffee berawal dari kebiasaan Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke Amerika Serikat. Kala itu Johnny gemar mencicipi berbagai donat khas Amerika. Dari kegemarannya tersebut, Johnny mulai terinspirasi untuk memulai bisnis donat khas Amerika.

Dari ide bisnis donat tersebut, awalnya Johnny berniat untuk menjalin kerjasama dengan waralaba donat asli Amerika. Namun ternyata harapan tersebut tak jadi diwujudkan karena adanya keterbatasan seputar varian produk dan proses pemantauan kualitas. Akhirnya Johnny Andrean memutuskan untuk memulai bisnis donatnya secara independen.

Konsep J.CO Donuts & Coffee

Proses pengembangan ide dan inovasi  J.CO Donuts & Coffee berlangsung dalam waktu yang lama, kurang lebih sekitar 3 tahun sebelum gerai pertamanya dibuka. Dalam kurun waktu 3 tahun tersebut, Johnny berusaha melakukan riset, survey pasar dan sampling mengenai produk donat seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia. J.CO Donuts & Coffee juga menggunakan logo berbentuk burung merak dengan warna coklat dan orange yang dominan sebagai simbol dari keindahan, kelembutan, keabadian dan segala maksud-maksud baik demi pencapaian tujuan bisnis yang bisa berkembang di masa depan.

Kala mengumpulkan riset mengenai gerai donat modern, Johnny juga menemukan fakta bahwa belum ada 1 pun gerai donat di Indonesia yang memiliki konsep open kitchen. Hal ini membuat Johnny ingin mengusung konsep open kitchen agar para pelanggan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan donat yang higienis, menggunakan bahan-bahan berkualitas dan mengagumkan.

Seluruh mesin-mesin pembuat donat diimpor dari mancanegara, dan begitu pula dengan lebih dari 50% bahan baku donat. Johnny memilih untuk mengimpor bahan baku tersebut dari negara-negara penghasil komoditi terbaik demi menjaga kualitas bisnis donatnya. Misalnya saja coklat yang diimpor langsung dari Belgia dan susu yang diimpor dari Selandia Baru. Sementara untuk urusan bubuk kopi juga diimpor dari Costa Rica sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia.

Gerai J.CO Donuts & Coffee Pertama Kali

Setelah melalui serangkaian proses panjang untuk mematangkan konsep bisnisnya, akhirnya pada 26 Juni 2005 gerai J.CO Donuts & Coffee yang pertama resmi di buka di kawasan Supermal Karawaci, Tangerang. Ternyata konsep bisnis gerai donat modern ini mampu menarik perhatian dan minat masyarakat. Outlet J.CO Donuts & Coffee selalu dipadati oleh pengunjung yang penasaran atau ketagihan mencicipi kelezatan donat kelas premium.

Keberhasilan J.CO Donuts & Coffee kemudian mengiringi pembukaan gerai-gerai J.CO Donuts & Coffee di daerah lainnya. Pada tahun 2007, J.CO Donuts & Coffee bahkan sudah mengupayakan go internasional dengan beberapa negara tujuan seperti Singapura, Australia dan Hongkong. Kini kesuksesan J.CO Donuts & Coffee sebagai salah satu perusahaan kuliner asli Indonesia sudah banyak menginspirasi munculnya beragam gerai donat modern lainnya.

Produk J.CO Donuts & Coffee








Analisis Pemasaran:

1.     Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar dilakukan dengan mengelompokkan konsumen berdasarkan karakteristik selera, gaya hidup, perilaku, usia dan lain-lain. Berikut segmentasi pasar J.CO Donuts & Coffee:

a.     Segmentasi Geografis
Wilayah pemasaran J.CO Donuts & Coffee saat ini tak hanya di Indonesia, akan tetapi juga meluas ke negara lain seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia. Ke depannya J.CO Donuts & Coffee akan go international untuk memperluas pasar. J.CO Donuts & Coffee cenderung menyasar wilayah urban.

b.     Segmentasi Demografis
Usia : anak-anak(5 tahun), remaja(anak muda), dewasa
Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan

c.      Segmentasi Psikografis
Segmentasi ini didasarkan pada penggolongan kelas sosial, gaya hidup, atau ciri kepribadian lainnya. J.CO Donuts & Coffee menyasar kelas sosial menengah hingga menengah ke atas dengan gaya hidup modern, menggemari aktivitas sosial serupa hang out di kafe, menggemari makanan dan minuman dengan brand premium, serta penyuka makanan yang manis, higenis, dan praktis.

2.     Target
Target utama J.CO Donuts & Coffee adalah kaum muda dan keluarga yang usia anggota keluarga kurang dari 45 tahun. Ini bisa kita lihat dari desain konter J.CO dan kemasan produknya yang berwarna cerah tapi tidak norak dan sesuai dengan kalangan konsumen menengah - atas.

3.     Positioning
Sebagai bisnis waralaba yang populer di indonesia sudah pasti J.CO Donuts & Coffee memiliki pesaing. Membicarakan usaha J.CO Donuts & Coffee, usaha waralaba Dunkin Donuts tak akan terlewatkan. Sekitar 1990 an ada ritel asal Amerika Serikat bernama Dunkin Donuts yang memperkenalkan kue donut dengan bentuk lebih ekslusif di Indonesia. Saat itu kue yang umumnya berbentuk bulat tersebut lebih banyak dijual di mall. Dunkin Donuts  ini mencakup worldwide untuk jangkauan pasar dan hingga kini masih tegak berdiri dengan beberapa jenis produk yang ditawarkan: donat, browniescroissantmuffins, kopi, cokelat, dan lain-lain.

Seiring dengan banyaknya gerai yang buka, pecinta kuliner berbentuk bulat dan memiliki rasa manis itu beralih dari Dunkin Donuts ke J.Co Donut & Coffee. Bahkan para penggemar kue donat melakukan poling soal rasa di forum Kaskus.

Dari hasil tersebut diperoleh 19 persen konsumen memilih Dunkin Donuts, kemudian 58 persen memilih J.Co dan 22 persen lainnya mengaku suka dua-duanya. Banyak komentar berdatangan dari para netizen, ada yang menyebutkan J.Co lebih enak, namun ada juga menyebut J.Co terlalu manis dan lebih memilih Dunkin Donuts.

Dari sisi usia jelas Dunkin Donuts lebih banyak memiliki jam terbang dibandingkan J.CO Donuts & Coffee yang baru berdiri pada tahun 2005. Akan tetapi Dunkin Donuts bukanlah kompetitor J.CO Donuts & Coffee. Hal ini dikarenakan konsep Dunkin Donuts yang lebih mengarah pada mainstream donuts, setara dengan Country Style Donuts.

J.Co memberikan suasana open kitchen, hal ini juga termasuk salah satu keunggulan J.CO dibandingkan Dunkin Donuts. Open kitchen ini bertujuan agar konsumen bisa melihat proses pembuatan produk secara langsung serta meyakinkan konsumen  akan produk yang dijual itu higenis. Selain itu, citarasa J.CO yang khas yaitu tekstur yang lembut dan porsi yang tidak terlalu besar sangat cocok sebagai camilan baik sesudah makan maupun sebelum makan. Toppingnya sangat bervariasi, strateginya bagus banyak varian yang ditawarkan maka keinginan konsumen yang bermacam-macam dapat terakomodir.

Untuk menjamin kualitas produknya J.CO langsung mendatangkan bahan baku yang premium dari beberapa negara, diantaranya coklat diimpor langsung dari Belgia, susu dari Selandia Baru, bubuk kopi dari Italia dan Costa Rica dan biji kopi Arabica dari Brazil, Colombia, Costa Rica, Guatemala dan Indonesia.


SUMBER :