Rabu, 29 Maret 2017

TUGAS 2 PEREKONOMIAN INDONESIA

1.     Lingkungan biotik adalah semua lingkungan yang terdiri dari komponen-komponen makhluk hidup di permukaan bumi. Contoh :
1)    Tumbuhan
2)    Manusia
3)    Hewan
4)    Jamur
5)    Mikroba.
Lingkungan abiotik adalah semua benda mati di permukaan bumi yang bermanfaat dan berpengaruh dalam kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Contoh :
1)    Air
2)    Udara
3)    cahaya matahari
4)    suhu
5)    Tanah

2.     Apa yang dimaksud dengan :

a)     Sumber daya alam
Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita.
b)    Sumber daya manusia
Sumber daya manusia adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.
c)     Lingkungan hidup
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
d)    Lingkungan global
Lingkungan global adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melakukan bisnis global untuk menjual barang dan jasa guna mencapai tujuan perusahaan.

3.     Jelaskan dari masing-masing komponen lingkungan :

1.     Fisik Kimia
Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi.
Komponen Geofisik Kimia meliputi :
a)     Iklim, kualitas udara, dan kebisingan diantaranya:
– Komponen iklim meliputi tipe iklim, suhu, kelembaban curah hujan dan jumlah air hujan, keadaan angin, serta intensitas radiasi matahari.
– Data periodik bencana, seperti sering terjadi angin ribut, banjir bandang diwilayah studi rencana usaha.
– Data yang tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili wilayah studi tersebut.
– Pola iklim mikro pola penyebaran bahan pencemar udara secara umum maupun pada kondisi cuaca buruk.
– Kualitas udara baik pada sumber maupun daerah sekitar wilayah studi rencana usaha.
– Sumber kebisingan dan getaran, tingkat kebisingan serta periode kejadiannya.

b)    Fisiografis, diantaranya:
– Topografi bentuk lahan (morfologi) struktur geologi dan jenis tanah.
– Indikator lingkungan hidup yang berhubungan dengan stabilitas tanah.
– Keunikan, keistimewaan, dan kerawanan bentuk-bentuk lahan dan bantuan secara geologis.

c)     Hidrologi, diantaranya:
– Karakteristik fisik sungai, danau, dan rawa.
– Rata-rata debit dekade, bulan, tahunan, atau lainnya.
– Kadar sedimentasi (lumpur) tingkat erosi.
– Kondisi fisik daerah resapan air, permukaan dan air tanah.
– Fluktuasi, potensi, dan kualitas air tanah.
– Tingkat penyediaan dan kebutuhan pemanfaatan air untuk keperluan sehari-hari dan industri.
– Kualitas fisik kimia dam mikrobiologi air mengacu pada mutu dan parameter kualitas air yang terkait dengan limbah yang akan keluar.

d)    Hidroseanografi
Pola hidrodinamika kelautan seperti:
– Pasang surut
– Arus dan gelombang
– Morfologi pantai
– Abrasi dan akresi serta pola sedimentasi yang terjadi secara alami di daerah penelitian.

e)     Ruang, lahan, dan tanah, diantaranya:
– Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana usaha yang diajukan dan kemungkinan potensi pengembangan dimasa datang.
– Rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang secara resmi atau belum resmi disusun oleh pemerintah setempat.
– Kemungkinan adanya konflik yang timbul antara rencana tata guna tanah dan SDA lainnya yang sekarang berlaku dengan adanya pemilikan atau penentuan lokasi bagi rencana usaha.
– Inventarisasi estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada diwilayah studi rencana usaha.

2.     Biologi(Flora dan Fauna serta Mikroba)
Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik.
Komponen biologi, diantaranya:
a)     Flora, diantaranya:
– Peta zona biogeoklimati dari vegetasi yang berada diwilayah studi rencana usaha.
– Jenis-jenis dan keunikan vegetasi dan ekosistem yang dilindungi undang-undang yang berada dalam wilayah studi rencana usaha.
– Potensi volume / produktivitas :
• volume (mengukur tinggi & diameter pohon setinggi dada tinggi pohon sampai batang bebas cabang)
• produktivitas (tingkat perubahan dari biomass per unit area dlm waktu tertentu)
– Biomass (pengamatan seluruh bagian tanaman yg ada dlm plot, lalu ditimbang)

b)    Fauna, diantaranya:
– Taksiran kelimpahan fauna dan habitatnya yang dilindungi undang-undang dalam wilayah studi rencana usaha.
– Taksiran penyebaran dan kepadatan populasi hewan invertebrata yang dianggap penting karena memiliki peranan dan potensi sebagai bahan makanan atau sumber hama dan penyakit.
– Perikehidupan hewan penting diatas termasuk cara perkembangbiakan dan cara memelihara anaknya perilaku dalam daerah teritorinya.

c)     Mikroba
1.     Mikroba air
Air merupakan materi esensial di dalam kehidupan. Sel hidup baik tumbuhan, hewan, monera, protista dan fungi sebagian besar tersusun atas air. Misalnya, pada sel-sel tumbuhan terkandung lebih dari 75 % atau di dalam sel hewan terkandung lebih dari 67 %. Kelompok kehidupan yang terdapat di air terdiri dari bakteri, jamur, mikroalga, protozoa dan virus.
Mikroba yang menguntungkan :
-         Plankton merupakan makanan utama ikan-ikan kecil
-         Bakteri dan cendawan berfungsi sebagai decomposer
-         Mikroalga berklorofil dapat berfotosintesis berpotensi menghasilkan oksigen
-         Hasil uraian senyawa rombakan bakteri atau fungi digunakan jasad-jasad lain, antara lain mikroalga, bakteri dan fungi. Sehingga hal ini jasad pengguna dinamakan konsumer
Mikroba yang merugikan :
-         Jasad-jasad renik patrogen berbahaya bila ada di dalam badan air, seperti Salmonella, Shigella, Vibrio, dan Entamoeba
-         Mikrobe penghasil toksin, seperti clostridium (anaerob), pseudomonas, Salmonella, Stapbylococcus (aerobik)
-         Bakteri besi, misal crenotbix atau sphaerotilus mempunyai kemampuan untuk mengoksidasikan senyawa ferro menjadi ferri
-         Menimbulkan bau busuk pada air, bila air tersebut disimpan. Hal ini disebabkan adanya bakteri belerang, misalnya Thiobacillus atau chromatium yang mempunyai kemampuan mereduksi sulfat menjadi H2S
-         Mikroalga sering mengakibatkan blooming (bunga air), seperti Anabaena flos-aquae dan Microcystis aerugynosa. Dalam keadaan ini makan ikan-ikan menjadi mati dan terjadi korosi terhadap logam.

2.     Mikroba tanah
Tanah merupakan campuran yang terdiri bahan organik, anorganik, air, udara yang semuanya tercampur. Secara langsung dan tidak langsung bahwa buangan dari manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad hidup yang lain dibuang dan dikubur dalam tanah.Populasi mikrobe di dalam tanah terbagi menjadi tiga golongan besar yaitu :
-         Golongan Autohtonus
-         Golongan Zimogenik
-         Golongan Transien

3.     Mikroba udara
Flora mikrobe yang ada bersifat sementara dan beragam. Jumlah dan tipe mikrobe yang mencemari udara ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernafasan manusia disemprotkan melalui batuk dan bersin. Kelompok mikrobe yang paling banyak ditemukan sebagai jasad hidup yang tidak diharapkannya di udara, umumnya disenut jasad kontaminan. Yang dinyatakan sebagai jasad kontaminan yaitu :
-         Bakteri : Bacillus, Stapbylococcus, Pseudomonas
-         Kapang : Aspegillus, Mucor, Rhizopus, Penicillium, Trichoderma
-         Khamir : Candida, Saccharomyces, Paecylomyces

3. Sosial dan Kebudayaan
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.
Komponen sosial dan kebudayaan, meliputi :
a)     Demografi
– Struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata pencaharian, pendidikan, dan agama.
– Tingkat kepadatan penduduk.
– Pertumbuhan (tingkat kelahiran dan kematian bayi).
– Tenaga kerja.
b)    Ekonomi
– Ekonomi rumah tangga.
– Ekonomi sumber daya alam.
– Perekonomian lokal dan regional.
c)     Budaya
– Kebudayaan.
– Proses sosial.
– Pranata sosial/kelembagaan masyarakat dibidang ekonomi.
– Warisan budaya.
– Pelapisan soasial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan, dan kekuasaan.
– Kekuasaan dan kewenangan.
– Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha.
– Adaptasi ekologis.
d)    Kesehatan Masyarakat
– Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
– Proses dan potensi terjadinya pemajanan.
– Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit.
– Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko.
– Sumber daya kesehatan.
– Kondisi sanitasi lingkungan.
– Status gizi masyarakat.
– Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.

4.     Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)

Pengertian Kamtibmas menurut Pasal 1 Undang-undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 disebutkan bahwa pengertian Kamtibmas adalah: Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainnya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.

5.     Hankamnas (Pertahanan dan Keamanan Nasional)

Hankamnas diartikan sebagai pertahanan keamanan Negara   yang   merupakan   salah   satu   fungsi   pemerintahan Negara, yang mencakup upaya dalam bidang pertahanan yang ditujukan terhadap segala ancaman dari luar negeri dan upaya dalam bidang keamanan yang ditujukan terhadap ancaman dari dalam negeri,  bukan  hanya upaya  dari satu atau  dua golongan saja melainkan merupakan   upaya dari ABRI dan seluruh   lapisan   masyarakat/rakyat   Indonesia   sumber   dasar kekuatan pertahanan keamanan Negara.

Sumber Referensi :