1. Lingkungan biotik adalah semua lingkungan yang terdiri dari
komponen-komponen makhluk hidup di permukaan bumi. Contoh :
1) Tumbuhan
2) Manusia
3) Hewan
4) Jamur
5) Mikroba.
Lingkungan abiotik adalah semua benda mati di permukaan bumi yang
bermanfaat dan berpengaruh dalam kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Contoh :
1) Air
2) Udara
3) cahaya matahari
4) suhu
5) Tanah
2. Apa yang dimaksud dengan :
a) Sumber daya alam
Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk
berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera
yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita.
b) Sumber daya manusia
Sumber daya manusia adalah individu produktif yang bekerja sebagai
penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang
memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan
kemampuannya.
c) Lingkungan hidup
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lingkungan hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan
perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
d) Lingkungan global
Lingkungan global adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan
perusahaan untuk melakukan bisnis global untuk menjual barang dan jasa guna
mencapai tujuan perusahaan.
3. Jelaskan dari masing-masing komponen lingkungan :
1. Fisik Kimia
Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri
dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain.
Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup
segenap kehidupan di bumi.
Komponen Geofisik Kimia meliputi :
a) Iklim, kualitas udara, dan kebisingan diantaranya:
– Komponen
iklim meliputi tipe iklim, suhu, kelembaban curah hujan dan jumlah air hujan,
keadaan angin, serta intensitas radiasi matahari.
– Data
periodik bencana, seperti sering terjadi angin ribut, banjir bandang diwilayah
studi rencana usaha.
– Data yang
tersedia dari stasiun meteorologi dan geofisika yang mewakili wilayah studi
tersebut.
– Pola
iklim mikro pola penyebaran bahan pencemar udara secara umum maupun pada
kondisi cuaca buruk.
– Kualitas
udara baik pada sumber maupun daerah sekitar wilayah studi rencana usaha.
– Sumber
kebisingan dan getaran, tingkat kebisingan serta periode kejadiannya.
b) Fisiografis, diantaranya:
– Topografi
bentuk lahan (morfologi) struktur geologi dan jenis tanah.
– Indikator
lingkungan hidup yang berhubungan dengan stabilitas tanah.
– Keunikan,
keistimewaan, dan kerawanan bentuk-bentuk lahan dan bantuan secara geologis.
c) Hidrologi, diantaranya:
–
Karakteristik fisik sungai, danau, dan rawa.
– Rata-rata
debit dekade, bulan, tahunan, atau lainnya.
– Kadar
sedimentasi (lumpur) tingkat erosi.
– Kondisi
fisik daerah resapan air, permukaan dan air tanah.
–
Fluktuasi, potensi, dan kualitas air tanah.
– Tingkat
penyediaan dan kebutuhan pemanfaatan air untuk keperluan sehari-hari dan
industri.
– Kualitas
fisik kimia dam mikrobiologi air mengacu pada mutu dan parameter kualitas air
yang terkait dengan limbah yang akan keluar.
d) Hidroseanografi
Pola
hidrodinamika kelautan seperti:
– Pasang
surut
– Arus dan
gelombang
– Morfologi
pantai
– Abrasi
dan akresi serta pola sedimentasi yang terjadi secara alami di daerah penelitian.
e) Ruang, lahan, dan tanah, diantaranya:
–
Inventarisasi tata guna lahan dan sumber daya lainnya pada saat rencana usaha yang
diajukan dan kemungkinan potensi pengembangan dimasa datang.
– Rencana
tata guna tanah dan SDA lainnya yang secara resmi atau belum resmi disusun oleh
pemerintah setempat.
–
Kemungkinan adanya konflik yang timbul antara rencana tata guna tanah dan SDA
lainnya yang sekarang berlaku dengan adanya pemilikan atau penentuan lokasi
bagi rencana usaha.
– Inventarisasi
estetika dan keindahan bentang alam serta daerah rekreasi yang ada diwilayah
studi rencana usaha.
2. Biologi(Flora dan Fauna serta Mikroba)
Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri
dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik.
Komponen
biologi, diantaranya:
a) Flora, diantaranya:
– Peta zona biogeoklimati dari vegetasi yang berada diwilayah
studi rencana usaha.
– Jenis-jenis dan keunikan vegetasi dan ekosistem yang dilindungi
undang-undang yang berada dalam wilayah studi rencana usaha.
– Potensi
volume / produktivitas :
• volume (mengukur tinggi & diameter pohon setinggi dada tinggi
pohon sampai batang bebas cabang)
• produktivitas (tingkat perubahan dari biomass per unit area dlm
waktu tertentu)
– Biomass
(pengamatan seluruh bagian tanaman yg ada dlm plot, lalu ditimbang)
b) Fauna, diantaranya:
– Taksiran
kelimpahan fauna dan habitatnya yang dilindungi undang-undang dalam wilayah
studi rencana usaha.
– Taksiran
penyebaran dan kepadatan populasi hewan invertebrata yang dianggap penting
karena memiliki peranan dan potensi sebagai bahan makanan atau sumber hama dan
penyakit.
– Perikehidupan
hewan penting diatas termasuk cara perkembangbiakan dan cara memelihara anaknya
perilaku dalam daerah teritorinya.
c) Mikroba
1. Mikroba air
Air merupakan materi esensial di dalam kehidupan. Sel hidup baik
tumbuhan, hewan, monera, protista dan fungi sebagian besar tersusun atas air.
Misalnya, pada sel-sel tumbuhan terkandung lebih dari 75 % atau di dalam sel
hewan terkandung lebih dari 67 %. Kelompok kehidupan yang terdapat di air
terdiri dari bakteri, jamur, mikroalga, protozoa dan virus.
Mikroba
yang menguntungkan :
-
Plankton merupakan makanan
utama ikan-ikan kecil
-
Bakteri dan cendawan
berfungsi sebagai decomposer
-
Mikroalga berklorofil dapat
berfotosintesis berpotensi menghasilkan oksigen
-
Hasil uraian senyawa
rombakan bakteri atau fungi digunakan jasad-jasad lain, antara lain mikroalga,
bakteri dan fungi. Sehingga hal ini jasad pengguna dinamakan konsumer
Mikroba
yang merugikan :
-
Jasad-jasad renik patrogen
berbahaya bila ada di dalam badan air, seperti Salmonella, Shigella, Vibrio,
dan Entamoeba
-
Mikrobe penghasil toksin,
seperti clostridium (anaerob), pseudomonas, Salmonella, Stapbylococcus
(aerobik)
-
Bakteri besi, misal
crenotbix atau sphaerotilus mempunyai kemampuan untuk mengoksidasikan senyawa
ferro menjadi ferri
-
Menimbulkan bau busuk pada
air, bila air tersebut disimpan. Hal ini disebabkan adanya bakteri belerang,
misalnya Thiobacillus atau chromatium yang mempunyai kemampuan mereduksi sulfat
menjadi H2S
-
Mikroalga sering
mengakibatkan blooming (bunga air), seperti Anabaena flos-aquae dan Microcystis
aerugynosa. Dalam keadaan ini makan ikan-ikan menjadi mati dan terjadi korosi
terhadap logam.
2. Mikroba tanah
Tanah merupakan campuran yang terdiri bahan organik, anorganik,
air, udara yang semuanya tercampur. Secara langsung dan tidak langsung bahwa
buangan dari manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad hidup yang lain dibuang dan
dikubur dalam tanah.Populasi mikrobe di dalam tanah terbagi menjadi tiga
golongan besar yaitu :
-
Golongan Autohtonus
-
Golongan Zimogenik
-
Golongan Transien
3. Mikroba udara
Flora mikrobe yang ada bersifat sementara dan beragam. Jumlah dan
tipe mikrobe yang mencemari udara ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam
lingkungan, misalnya dari saluran pernafasan manusia disemprotkan melalui batuk
dan bersin. Kelompok mikrobe yang paling banyak ditemukan sebagai jasad hidup
yang tidak diharapkannya di udara, umumnya disenut jasad kontaminan. Yang
dinyatakan sebagai jasad kontaminan yaitu :
-
Bakteri : Bacillus,
Stapbylococcus, Pseudomonas
-
Kapang : Aspegillus, Mucor,
Rhizopus, Penicillium, Trichoderma
-
Khamir : Candida,
Saccharomyces, Paecylomyces
3. Sosial dan Kebudayaan
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang
dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam
perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai
keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh
segenap anggota masyarakat.
Komponen
sosial dan kebudayaan, meliputi :
a) Demografi
– Struktur penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, mata
pencaharian, pendidikan, dan agama.
– Tingkat kepadatan penduduk.
– Pertumbuhan (tingkat kelahiran dan kematian bayi).
– Tenaga kerja.
b) Ekonomi
– Ekonomi rumah tangga.
– Ekonomi sumber daya alam.
– Perekonomian lokal dan regional.
c) Budaya
– Kebudayaan.
– Proses sosial.
– Pranata sosial/kelembagaan masyarakat dibidang ekonomi.
– Warisan budaya.
– Pelapisan soasial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan,
dan kekuasaan.
– Kekuasaan dan kewenangan.
– Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha.
– Adaptasi ekologis.
d) Kesehatan Masyarakat
– Parameter
lingkungan yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh
terhadap kesehatan.
– Proses dan
potensi terjadinya pemajanan.
– Potensi
besarnya dampak timbulnya penyakit.
–
Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko.
– Sumber
daya kesehatan.
– Kondisi
sanitasi lingkungan.
– Status
gizi masyarakat.
– Kondisi
lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.
4. Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)
Pengertian Kamtibmas menurut Pasal 1 Undang-undang Kepolisian
Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 disebutkan bahwa pengertian
Kamtibmas adalah: Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah suatu kondisi
dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses
pembangunan nasional dalam rangka tercapainnya tujuan nasional yang ditandai
oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum, serta terbinanya
ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan
kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk
pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan
masyarakat.
5. Hankamnas (Pertahanan dan Keamanan Nasional)
Hankamnas diartikan sebagai pertahanan keamanan Negara yang
merupakan salah satu
fungsi pemerintahan Negara, yang
mencakup upaya dalam bidang pertahanan yang ditujukan terhadap segala ancaman
dari luar negeri dan upaya dalam bidang keamanan yang ditujukan terhadap
ancaman dari dalam negeri, bukan hanya upaya
dari satu atau dua golongan saja
melainkan merupakan upaya dari ABRI dan
seluruh lapisan masyarakat/rakyat Indonesia
sumber dasar kekuatan pertahanan
keamanan Negara.
Sumber
Referensi :